Bisnis fashion memang takkan pernah ada matinya. Beragam model muncul
tiap tahunnya yang membuat pangsa pasar selalu bergairah, termasuk juga
model-model untuk alas kaki (sepatu dan sandal). Di Indonesia, ada
ratusan industri menengah dan pengerajin kecil yang merintis usaha
produksi sepatu dan sandal. Untuk bisa bertahan dalam persaingan bisnis
ini, beberapa pengusaha menggunakan strategi diferensiasi dan
eksklusivitas produk, sehingga tidak tergeser oleh produk-produk sepatu
dan sandal dari pengusaha kakap ataupun ditikung oleh produk import yang
bermerek.
Upaya difererensiasi dan eksklusivitas produk misalnya dengan hanya memproduksi sepatu khusus wanita saja dengan model dan corak yang dibuat dalam jumlah terbatas. Atau ada pula pengusaha yang bersedia menerima pesanan pembutan sepatu per individu yang betul-betul mampu menciptakan kesan eksklusivitas produk. Seperti apakah gambaran merintis usaha pembuatan sepatu dengan strategi-strategi yang disebutkan di atas? Mari kita simak bersama!
Upaya difererensiasi dan eksklusivitas produk misalnya dengan hanya memproduksi sepatu khusus wanita saja dengan model dan corak yang dibuat dalam jumlah terbatas. Atau ada pula pengusaha yang bersedia menerima pesanan pembutan sepatu per individu yang betul-betul mampu menciptakan kesan eksklusivitas produk. Seperti apakah gambaran merintis usaha pembuatan sepatu dengan strategi-strategi yang disebutkan di atas? Mari kita simak bersama!
1. Mengenal Sepatu
Sepatu adalah perlengkapan bagian tubuh yang berfungsi untuk melindungi
telapak kaki dari panas, benda tajam, dan kotoran. Sepatu juga merupakan
bagian dari fashion. Jenis sepatu ada ratusan jumlahnya, yang terbagi
atas fungsi, model, bahan, ukuran, asal wilayah, dan sebagainya.
Misalnya sepatu kantor, sepatu boot, sepatu ket, snicker, sepatu olah
raga, sepatu pesta, sepatu kulit, sepatu hak tinggi dan ratusan lainnya.
Secara umum, bagian-bagian sepatu (konstruksi sepatu) terbagi atas dua
bagian, yaitu upper dan bottom. Pada bagian bottom (bawah) biasanya
berbahan karet atau kayu, sementara atasnya ada yang terbuat dari kain,
kulit, bahan imitasi atau serat sintesis lainnya. Model sepatu wanita
mempunyai puluhan bentuk, misalnya flat shoes, sling sandals, ballet,
pump, flat slingback, wedges toe, dan sebagainya. Begitu juga sepatu
untuk kaum pria, terdapat aneka variannya, meskipun tidak sebanyak
sepatu untuk wanita, misalnya sepatu boot, sport, casual, dan lain-lain.
2. Alat dan Bahan untuk Membuat Sepatu
Dalam menentukan jensi bahan dan alat yang digunakan pada usaha rumahan
pembuatan sepatu, sepenuhnya tergantung pada jenis sepatu yang ingin
diproduksi. Berikut disajikan contoh pembuatan sepatu untuk pria:
Bahan-bahan pembuatan sepatu : kulit, sol luar, spon ati, paper tape, texon, vinil, benang jahit, kain lapis, amplas, kertas manila, dan lem sintetis/fox.
Bahan-bahan pembuatan sepatu : kulit, sol luar, spon ati, paper tape, texon, vinil, benang jahit, kain lapis, amplas, kertas manila, dan lem sintetis/fox.
Alat-alat yang dibutuhkan untuk produksi sepatu antara lain: gunting,
palu, acuan, tang (catoet), tinta perak, pisau cutter, mesin amplas,
kaki tiga, uncek, dan pensil alat tulis.
Proses pembuatan sepatu terdiri dari dua bagian yaitu pembuatan bagian
upper dan bottom. Proses pembuatan upper (atasan sepatu) terdiri dari
kegiatan pembuatan pola (desain), membuat pola dengan bahan (pecah pola,
menggunting pola), proses penyesetan (skiving) bahan kulit dengan
memakai mesin seset atau pisau seset manual, proses pelipatan atau
folding, menjahit komponen-komponen yang akan disatukan, merakit kulit
dengan lapisan kain, dan terakhir adalah finishing upper (menghilangkan
sisa lem, benang yang keluar, dsb). Pada proses pembuatan bagian bottom
terdiri dari: pembuatan pola insole, memotong texon dan spon ati,
menempel insole pada acuan, pengopenan atau lasting dengan mesin, tahap
pengkasaran, pemasangan sol luar, dan penyatuan upper dan bottom dengan
memakai lem, dan terakhir adalah tahap penyempurnaan (pembersihan sisa
lem, penyemiran, pemsangan label, dsb).
3. Gambaran Modal dan Omzetnya
Modal yang diperlukan untuk terjun ke dalam industri kecil ini
bervariasi besarannya. Beberapa produsen sepatu mencoba membuka usaha
kecil-kecilan ini dengan modal di bawah 5 juta rupiah, yang digunakan
untuk membeli peralatan dan mesin serta bahan-bahannya. Sementara ada
diantaranya yang memulai usahanya dengan modal awal di atas 30juta
rupiah, sehingga mampu memproduksi dengan kapasitas lebih banyak.
Menurut beberapa pengusaha sepatu, keuntungan yang diperoleh berkisar
20%-40% dari omzet yang terjual.
4. Kiat Sukses Menggeluti Usaha Ini
Dalam bidang usaha ini memang penuh kompetisi bisnis yang ketat. Banyak
produk sepatu import yang membanjiri pasar lokal. Untuk menyiasati itu,
para pengusaha kecil biasanya memakai promosi usaha lewat jejaring
sosial, membuat model yang unik, bersedia menerima pesanan khusus dari
seorang pelanggan, atau juga yang berkreasi dengan membuat sepatu lukis.
Sumber : http://www.kerjausaha.com/2013/04/merintis-home-industri-pembuatan-sepatu.html
